Sejarah Timbulnya Upacara Manaqiban di Indonesia


                Masyarakat islam mengetahui tentang sejarah asal-usul timbulnya upacara Manaqiban, dengan tujuan agar kita umat islam dengan jelas dan jujur memahami latar belakang adanya upacara manqiban yang sampai saat sekarang terus berkembang di tengah-tengah masyarakat Islam di beberapa daerah di Indonesia khususnya pulau Jawa. Jika faktor sejarah ini sudah sengaja disingkirkan maka wajar terjadi pengertian yang keliru.
            Sebenarnya sejak zaman dahulul, baik di masa sebelum Nabi Muhammad SAW. Lahir maupun sesudah wafat-Nya, maka Manaqiban itu sudah ada dan di terangkan dalam Al-Qur’an. Seperti dapat dilihat bahwa di dalam Al-Qur’an telah diceritakan dengan jelas sekali adanya Manaqib Maryam, Manaqib Dzulkarnain, Manaqib Ashhabul Kahfi dan lain-lain. Demikian pula setelah wafatnya Nabibanyak di dapat Manaqib Abu Bakar Shidiq r.a, Manaqib Umar bin Khatab r.a, Manaqib Ali bin Abi Thalib r.a, Manaqib Hamzah r.a, Manaqib Abi Sa’ad r.a, Manaqib At-Tijani r.a, Manaqib Syekh ‘Abdul Qodir Al-Jailany r.a dan sebagainya. Mengapa manaqib-manaqib itu terjadi, karena Allah sendiri sudah Berfirman : “Sebagian dari mereka telah Aku ceritakan dan sebagian lainya belum Aku ceritakan.” (QS. Al-Mu’minun: 78)
            Dan juga di kuatkan lagi dengan firman Allah SWT dalam beberapa surat An-Nisa’ ayat 164.
            Ayat-ayat di atas apabila di teliti, maka dapat diambil beberapa pengertian sebagai berikut:
a.     Kita dianjurkan Allah untuk bangkit bergerak mengadakan penelitian sejarah, baik dari sumber Al-Qur’an atau Al-Hadits atau juga sumber-sumber lain yang dapat dipercaya.
b.     Kalau sejarah itu sudah dapat di teliti maka hasilnya dianjurkan untuk di ceritakan kepada umat islam secara lisan maupun tulisan.
c.      Terjadinya penertian itu dikarenakan banyak sekali sejarah para Nabi,Shalihin,Auliya yang belum diterangkan Allah dalam Al-Qur’an.
Demikian pula halnya dengan sejarah Syekh Abdul Qadir Al-Jailany r.a yang dibukukan para Ulama di Indonesia ini dan banyak beredar di tengah-tengah masyarakat Islam.
Berdasarkan penelitian yang bersifat hipothesis telah membuktikan bahwa pada zaman permulaan Islam di Indonesia terutama di Jawa para Mubaligh Islam yang di pimpin oleh “Walisongo” telah mengaajarkan kepada masyarakat Islam tentang ilmu Thariqah, Manaqib dan amalan-amalan lain yang selaras dengan itu. Praktek seperti ini ternyata berjalan dan berkembang terus sampai sekarang bahkan oleh masyarakat Islam hal tersebut dijadikan sebagai sarana dakwah Islamiyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar